Friday, June 17, 2011

Pendidikan Indonesia, Mau Dibawa Kemana?



Life is education and education is life. Itulah yang di katakan oleh Prof. Propert Lodge. Pernyataan Lodge tersebut mengisyaratkan kepada kita semua bahwa, antara pendidikan dengan kehidupan hampir tidak ada bedanya. Keduanya memiliki pengertian yang telah menyatu dalam sebuah kerangka filosofis. Proses pendidikan tidak lain adalah proses bagi manusia dalam mengarungi samudera kehidupan dan sebaliknya.
Maksudnya, proses bagaimana seseorang mengenali dirinya dengan segala potensi yang ia miliki dan paham dengan apa yang tengah dihadapinya dalam realitas hidup yang nyata ini.
Sekarang, kita tengok kepada negara kita sendiri. Apakah generasi muda yang seharusnya menjadi penerus bangsa telah mengenali diri mereka sendiri dengan segala potensi yang mereka miliki? Serta paham dengan apa yang tengah di hadapinya dalam kehidupan yang nyata ini. Jawabannya adalah belum. Mereka juga tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi. Hal ini merupakan  tanda-tanda pendidikan di Indonesia mulai mengalami kemerosotan.
Beberapa faktor yang memicu terjadinya kemerosotan pendidikan di Indonesia antar lain; generasi  penerus bangsa itu sendiri sebagai pelaku / pemeran utama yang menerima pendidikan, tenaga pengajar sebagai pembimbing dalam dunia pendidikan, fasilitas-fasilitas sebagai penunjang kegiatan kependidikan, peranan pemerintah dalam hal pengembangan kualitas pendidikan. Kali ini izinkan saya untuk sedikit mengulas dan sedikit berpendapat mengenai keadaan pendidikan di Indonesia. Mengapa pendidikan Indonesia tergolong masih rendah. Bahkan saya pernah membaca di media online bahwa Indeks Pembangunan Pendidikan Indonesia tergolong masih rendah.
Berikut ini sedikit cuplikan berita yang bersumber dari kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks pembangunan pendidikan untuk semua atau education for all di Indonesia menurun. Jika pada 2010 lalu Indonesia berada di peringkat 65, tahun ini merosot ke peringkat 69.
Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York, Senin (1/3/201) waktu setempat, indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia.
EDI dikatakan tinggi jika mencapai 0,95-1. Kategori medium berada di atas 0,80, sedangkan kategori rendah di bawah 0,80.
Global Monitoring Report dikeluarkan setiap tahun yang berisi hasil pemonitoran reguler pendidikan dunia. Indeks pendidikan tersebut dibuat dengan mengacu pada enam tujuan pendidikan EFA yang disusun dalam pertemuan pendidikan global di Dakar, Senegal, tahun 2000.
Saat ini Indonesia masih tertinggal dari Brunei Darussalam yang berada di peringkat ke-34. Brunai Darussalam masuk kelompok pencapaian tinggi bersama Jepang, yang mencapai posisi nomor satu dunia.
Adapun Malaysia berada di peringkat ke-65 atau masih dalam kategori kelompok pencapaian medium seperti halnya Indonesia. Posisi Indonesia jauh lebih baik dari Filipina (85), Kamboja (102), India (107), dan Laos (109).
Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).
Penurunan EDI Indonesia yang cukup tinggi tahun ini terjadi terutama pada kategori penilaian angka bertahan siswa hingga kelas V SD. Kategori ini untuk menunjukkan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar yang siklusnya dipatok sedikitnya lima tahun.
Nahh seperti diatas lah berita yang saya kutip dari kompas.com, kembali ke topik pembicaraan..
Beberapa faktor penyebab masalah ini..
Pertama adalah generasi-generasi penerus bangsa itu sendiri. Hal ini menjadi faktor yang paling dominan. Karena, benih-benih yang lahir di tanah air tercinta kita inilah merupakan calon-calon penerus yang akan menggenggam nasib bangsa. Akankah ke masa depan yang positif, atau justru ke arah yang negatif. Itu semua tergantung kepada mereka.
Nha, sekarang kita coba untuk introspeksi diri, apa yang sudah kita lalukan untuk bangsa ini. Lalu apa yang juga terjadi pada bangsa ini? Mengapa kita cenderung menjadi manusia yang konsumtif dalam kehidupan, mengapa kita tidak bisa seperti negara-negara maju seperti Jepang yang bertindak produktif. Sebagai contoh konkretnya, misalkan begini, anak sekolah dasar di Indonesia atau SD di ajari untuk menggunakan barang-barang elektronik seperti HP, game, dll. Berbeda dengan anak sekolah dasar di negara Jepang, dengan usia yang relatif muda, meraka sudah diajari merakit alat-alat atau barang elektronik seperti HP, game, dll. Berbanding terbalik bukan, dengan keadaan di negara kita ini. Apakah karena kita belum bisa di setarakan dengan negara-negara maju seperti Jepang? Negara maju, sedangkan kita adalah negara berkembang yang masih membutuhkan proses. Jelas hal itu bukan alasan yang tepat untuk kita tidak bisa berdiri sama tinggi, duduk  sama  rendah dengan mereka. Justru perbedaan tersebut seharusnya mampu memberi  energi besar kepada kita untuk membuktikan bahwa kita mampu bersaing dengan mereka.
Mayoritas generasi Indonesia memilki kebiasaan malas yang lama-lama menjadi karakter buruk. Malas memainkan otak untuk bersaing, malas berusaha menyesuaikan perkembangan zaman. Cenderung primitif, tidak tau dan memang tidak ingin tahu tentang perkembangan di era globalisasi. Yang dipikirkan hanya bagaimana cara memperkaya diri. Kalau itu memang yang telah terjadi, ya jelaslah pendidikan Indonesia dikategorikan sebagai negara yang pendidikannya rendah. Jika  kondisi seperti itu tidak diperbaiki, dan bangsa ini tidak segera melakukan revitalisasi pembangunan sektor pendidikan, republik yang sedang murung dan bersedih hati ini akan menghadapi risiko dan bencana kenamusiaan yang dahsyat, berupa tersungkurnya sebagian besar rakyat yang pernah dikandung dan dilahirkan ibu pertiwi ini ke dalam lembah keterbelakangan budaya, peradaban, teknologi, dan seni. Sebagian kecil dari bahaya dan risiko itu telah di ungkapkan oleh Sheridan (1999:39) dalam Suyanto, Dinamika pendidikan Nasional.
Selanjutnya faktor yang tidak kalah penting adalah tenaga pengajar sebagai pembimbing di dunia kependidikan. Banyaknya guru atau dosen yang belum memenuhi persyaratan penentuan aspek input dan proses pendidikan.
  1. Guru TK sebanyak 137.069, yang sudah memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 12.929 orang (9,43%).
  2. Guru SD sebanyak 1.234.927, yang sudah memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 625.710 orang (50,67%).
  3. Guru SMP sebanyak 466.748, yang sudah meiliki kewenangan mengajar sesuai dengan kuakifikasi pendidikannya baru 299.105 orang (64,08%).
  4. Guru sekolah Menengah sebanyak 377.673 , yang sudah meiliki kewenangan mengajar sesuai dengan dengan kualifikasi pendidikannya baru 238.028 orang(63,02%).
  5. Dosen perguruan tinggi sebanyak 210.210, yang sudah memiliki kewenangan mengajar sesuai dengan kualifikasi pendidikannya baru 101.87 orang (48,46%).
sumber: Prof. Suyanto, Ph.D “Dinamika Pendidikan nasional”
Lagi-lagi faktor yang  tak kalah penting adalah tersedianya fasilitas-fasilitas yang sangat mempengarui tinggi rendah, maju mundurnya suatu pendidikan. Berikut ini adalah data ruang kelas yang tidak layak pakai untuk proses belajar.
  1. Ruang kelas TK yang jumlahnya 93.629, yang kondisinya masih baik hanya 77.3999 (82,67%).
  2. Ruang kelas SD yang jumlahnya 865.258, yang kondisinya masih baik hanya 364.440. (42,12%)
  3. Ruang kelas SMP yang jumlahnya 187.480, yang kondisinya baik hanya 154.283 (82,29%)
  4. Ruang kelas SMA yang jumlahnya 124.417, yang kondisinya baik berjumlah 115.749 (93,07%)
sumber: Prof. Suyanto, Ph.D “Dinamika Pendidikan nasional”

Begitulah kondisi yang telah menimpa negara tercinta kita ini. Selain kondisi sekolah yang demikian, fasilitas pendukung lain sepertinya juga jauh dari yang diharapkan. Seharusnya fasilitas pendidikan bisa digunakan sebagai jembatan untuk memajukan pendidikan Indonesia..! Karena dengan begitu siswa atau pelajar pun tidak akan tertinggal oleh perkembangan pendidikan di dunia. Meskipun hal itu belum bisa diterapkan di Indonesia setidaknya standarkan semua lembaga pendidikan di Indonesia, karena di sanalah tempatnya para generasi penerus bangsa mencari ilmu atau pendidikan. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah studi banding, karena dengan kegiatan itu,  antara lembaga pendidikan bisa saling berbagi informasi pendidikan dan bisa meningkatkan kualitas dari masing-masing sekolah. Dengan kata lain meraka saling mencari referensi pendidikan.
Setelah ke semua faktor di atas dapat kita ketahui, pemerintah merupakan pendukung yang sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Tapi, kenyataannya di indonesia sektor pendidikan tidak menjadi prioritas dan unggulan bagi kebijakan nasional dalam meningkatkan SDM. Untuk menghindari risiko tersebut, pemerintah seharusnya menjadikan pembangunan sektor pendidikan sebagai ujung tombak bagi proses kebangkitan kembali bangsa ini. UNESCO (1998:22) yakin bahwa pendidikan memiliki peran yang unik untuk memberantas kemiskinan.
Sekarang, kita telah memiliki pandangan bukan bagaimana kita harus membawa nasib bangsa kita ini dalam derasnya arus globalisasi.
Semoga sedikit tulisan yang dapat saya paparkan ini, bermanfaat bagi kita semua terutama bagi generasi penerus bangsa, para pembimbing, dan tindakan pemerintah untuk memperbaiki pendidikan indonesia.
Karena, kalau bukan kita yang memperbaiki nasib bangsa, siapa lagi?
Majulah terus pendidikan Indonesia!!! Bukan tak mungkin oarng-orang besar seperti Albert Einstein dan para ilmuan besar lainnya yang mampu mengubah kehidupan bangsanya lahir dari tanah air tercinta kita yaitu INDONESIA.

Sumber: http://indonesiaberprestasi.web.id

Jejak Sains Indonesia di Dunia


Tak banyak yang tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran bahkan penemuan-penemuan penting yang berdampak pada kemajuan dunia. Untuk mengapresiasinya, Indonesia Berprestasi bermaksud membuat ulasan singkat mengenai beberapa penemuan yang dimaksud. Ini dia:
1955
Teori 23 Kromosom
Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.
1961
Pondasi Cakar Ayam
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.
1979
Ketela Pemadam Api
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran
1983
Pesawat CN-235
Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia
1998
Kromatografi Tercepat
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.
2000
Teknik Pengeringan Sperma
Teknik pengeringan – yang disebut sebagai evaporative drying – serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.
2005
Persamaan Helmholtz
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.
2006
Pemindai 4 Dimensi
Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.
2010
Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM
Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.
Sumber: VIVANews

Thursday, June 9, 2011

权力的自我反思


生活生命力量

每次旅行总是需要的力量。一辆汽车将不会运行,如果你没有力量去进行自己的负荷。因此,也与人类,为了自己活得需要的力量。

人类需要多大的权力,能够自己活得好?我们从来不知道,但显而易见的是潜在的,我们已经有加神的帮助和援助,我们保证能生活在任何形式的负担。

神已经保证,尽管人类的力量是有限的,但我们面临的所有费用低于人类能力。

真主不负担一个人,而是根据他的能力。 (苏拉特基地Baqara:286)
当电源少

也许你觉得我们的权力是少。感受过重负担作为我们的力量是不够住了。如果我们相信神的上述情况,我们觉得这只是偏见明显的缺点的话。

当你觉得虚弱,然后记住上面的诗句。放心吧,建立自己的信心,潜在的,上帝给了你真的是足以面对我们肩负的负担。另外,我们还可以寻求帮助和上帝的帮助Subhaanahu华Ta'ala。
信心将电源的模拟

也许,谁知道说,他和许多人相信段以上。他说,他将能够面对任何形式的所有费用。他说,人的潜力是巨大的。他说,他与上帝的帮助相信。

但果真如此吗?这是我们应该深思。这是真的,我们不能确定或者只是在嘴上孤单?

让我们来看看我们是否已经反映了它具有稳定的力量的信念?

1。我们还在抱怨的困难和生活的严重性?如果你真的在你的力量,相信我们为什么要抱怨呢?投诉是一个严重的认识所面临的负担。投诉是一种认识,我们感到很无奈弱。如果我们觉得很壮,为什么要抱怨?去用它,弓步所有障碍和障碍。所有这些行动将实现由文字投诉没有。
2。没有崇高的理想。人们谁觉得虚弱,他不敢有理想。他的生命只是为了能够独自行走,因为什么在潜意识只是为了生存。尚存的困难,为什么一定要觉得大吗?反正也没有宏大的,可以吃不够。以此类推。所有这一切是形象,你觉得虚弱。
3。摆脱了沉重的负担,如任务宣教和圣战组织。他将这项任务的难度可想而知宣教和圣战组织。于是,她以种种借口让自己说,他不能,他的忙,等等。当他讲道,他只是选择了一个温和的,但这并没有来,她的安乐窝。这是我的一部分,他说。我只能这样做。同时,她认为的繁重任务,是别人的任务,而不是她的责任。当他确信,宣教和圣战是一种责任,kanapa应选择轻拿轻放呢?他会说,,根据他的能力。证明,他承认自己的软弱。它能够刚刚到达那里。
4。取决于或依赖的条件。他的担心可能会发生变化。如果改变会毁了他的生意?如果改变会威胁到他的职业生涯吗?这可能是,这种变化总是会发生。可以,您的企业将倒闭,由于更改。你的事业可以完成,因为技术变革。对吗?号不,不是的变化,在经营成果被毁,并威胁他的职业生涯,但你们谁不谁适应这种变化。当你害怕,就意味着你承认的弱点。
5。今天在工作的不同。其中,当你感到害怕失去工作的今天。如果我退出,如何给我的妻子和孩子?事实上,谁又能保证你会继续有工作吗?如果你是一个人谁相信它的实力,那么他肯定将能够应付经济问题,如果他失去了工作。失去工作的恐惧,是一种认识,即自我是薄弱,缺乏自我潜力,在上帝的帮助相信。

你可能会说,你可以狡辩是在什么上面写的。但它不会有任何好,只是强化了自我,你不那么权力本身和神的帮助电力信服。这将是更加有用,如果你增加对自己有信心,你已经有足够的力量来克服所有与上帝的帮助下生活负担。



(C) TOP BLOG | 权力的自我反思

Friday, June 3, 2011

Bagaimana Menjadi BOS Yang Baik.........?





Menurut Dr. A.J. Schuler, presiden Schuler Solutions, sebuah firma konsultan pengembangan kepemimpinan dan perubahan organisasional di Alexandria, tantangan terbesar yang dihadapi seseorang untuk menjadi bos yang baik adalah belajar membiasakan diri terhadap otoritas, terutama jika otoritas itu merupakan sesuatu yang baru.

Berikut ini adalah lima tip yang diberikan Schuler tentang bagaimana menjadi bos yang baik:

1. Keramahan dan otoritas

Sangat penting bagi Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalankan gaya manajemen yang tidak terlalu keras, tapi juga tidak terlalu lembek. Jika memimpin dengan gaya terlalu keras, karyawan bisa membenci Anda karena bersikap seperti diktator layaknya Miranda Priestly. Sebagai atasan, Anda perlu menjadi seseorang yang disukai dan bisa didekati, namun juga dihormati perintah dan tuntutannya.

2. Keunikan karyawan

Menjadi bos yang baik berarti Anda mampu mengembangkan keterampilan berkomunikasi yang tajam dan belajar bagaimana cara mengukur tabiat masing-masing karyawan. ''Anda harus menciptakan pemahaman individu mengenai bagaimana cara memotivasi setiap karyawan,'' saran Schuler. Bos yang baik mampu menemukan jawaban dari setiap pertanyaan ini dengan menjalin kontak yang cukup dekat dengan para karyawannya, melalui dialog terbuka.

3. Dapat diakses
Banyak atasan yang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga mengabaikan karyawannya. Atasan yang baik, di sisi lain, menciptakan kesempatan untuk membuka percakapan dengan orang-orang di sekelilingnya. Sebagai seorang bos, pastikan Anda berbicara dengan para karyawan dan mendengarkan secara aktif.

4. Pendelegasian tugas
Kemungkinan besar Anda terpilih menjadi bos karena memiliki keterampilan dan potensi meraih kesuksesan dalam jangka panjang bagi perusahaan. Akan tetapi, kesuksesan tersebut tidak akan mampu tercapai jika Anda tidak mampu memercayai karyawan melakukan pekerjaan tanpa campur tangan Anda secara mendetail. Bos yang baik memahami dan menghargai nilai pendelegasian tugas. Latih karyawan Anda untuk mengambil alih detail, bantu mereka meraih sukses, dan biarkan mereka melakukan pekerjaannnya selagi Anda berupaya memajukan perusahaan.

5. Menemukan mentor
Seorang bos pun tetap memerlukan mentor. Setiap orang, mulai dari karyawan tingkat pemula sampai kepala perusahaan memerlukan seorang mentor sebagai tempat meminta saran.

(C) TOP BLOG | Bagaimana Menjadi BOS Yang Baik

Bagai Katak Dalam Tempurung

Mungkin Anda sudah mengetahui pepatah Bagai katak dalam tempurung. Pepatah ini begitu populer. Tapi, apa yang akan saya sampaikan adalah model barunya. Iya, arti dari pepatah ini adalah orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja. Kesannya, orang seperti ini adalah orang yang tidak gaul.


Namun tahukah Anda, bahwa orang gaul pun bisa memiliki sifat yang sama dengan apa yang dikatakan pepatah ini? Yup, orang yang merasa gaul dan suka membaca tidak terbebas dari kemungkinan menjadi orang seperti dalam pepatah ini. Bisa jadi, Anda pun termasuk di dalamnya.

Silahkan lanjutkan membaca untuk mengetahui apakah Anda termasuk dan solusinya untuk mencegah dan keluar dari sikap seperti ini.

Apa itu tempurung? Bagai katak dalam tempurung, artinya si katak tidak bisa melihat dunia luar karena dibatasi oleh tempurung. Jadi makna yang lebih mendalam dari pepatah ini ialah hidup yang dibatasi. Yang dimaksud batas ini bukan hanya membatasi mata lahir saja. Namun, yang lebih bahaya ialah saat mata hati dan pikiran kita yang dibatasi.
Tertutup Mata Hati

Mata hati yang dibatasi tidak bisa melihat kebenaran. Apa yang membatasi hati? Yang membatasi hati itu adalah hawa nafsu. Orang yang hatinya sudah tertutup oleh hawa nafsu tidak akan mampu melihat kebenaran. Satu-satunya cara agar bisa melihat kebenaran ialah dengan menyingkap tabir tersebut, bukan meniadakannya sebab hawa nafsu sudah bagian dari manusia. Ciri-cri orang yang mata hatinya tertutup ialah tidak bisa melihat cahaya, bahkan saat dia sedang membaca sumber cahaya tersebut, yaitu Al Quran. Atau orang yang selalu/sering menolak nasihat atau selalu melakukan pembenaran saat menerima nasihat.
Pikiran yang Dibatasi

Model kedua dari makna bagai kata dalam tempurung ialah saat pikiran kita yang dibatasi. Orang yang rendah diri adalah orang yang pikiran dibatasi oleh anggapan akan kemampuan diri yang rendah. Orang yang putus asa adalah orang yang pikirannya dibatasi oleh sempitnya ide-ide yang bisa menjadi solusi. Dia pikir tidak ada yang bisa dilakukannya lagi, dia pikir semua sudah dilakukan. Padahal belum semua cara dan ikhtiar yang dilakukan, dia hanya menganggap semuanya sudah dilakukan karena pikirannya sebatas itu.

Dan, masih banyak lagi akibat negatif dari berpikiran sempit.
Buka Hati Buka Pikiran

Bagai katak dalam tempurung, si katak merasa bahwa dunianya memang seperti itu. Gelap dan sempit. Dia merasa bahwa itulah realitas hidup. Dia tidak sadar kalau dirinya sebenarnya terkungkung oleh sempitnya tempurung. Banyak juga manusia yang merasa hidupnya sudah baik-baik saja. Dia merasa seperti itulah hidup yang sebenarnya. Mereka tidak menyadari bahwa hidup bisa lebih luar dari itu.

Terlepas, apakah Anda merasa Bagai Katak Dalam Tempurung atau tidak, maka Anda tetap harus membuka hati dan pikiran Anda. Seperti yang saya jelaskan di modul Berpikir Diluar Kotak Revolusi Waktu, bahwa sebenarnya kita ada dalam kotak tertentu. Sejauh mana apa yang Anda capai dan miliki saat ini, itu adalah ukuran dari kotak atau batasan yang ada pada diri Anda. Artinya jika Anda ingin memiliki pencapaian yang lebih besar, maka bukalah pikiran Anda.

Bukalah hati. Membuka hati bisa dimulai dengan membersihkan kotoran-kotoran yang ada dalam hati. Mulailah dengan memohon ampun kepada Allah dan memperbanyak ibadah agar hati kita menjadi bening. Terimalah nasihat, apalagi yang datang dari Al Quran dan hadits shahih, meski pun nasihat itu menonjok hati Anda. Jika Anda tidak suka dengan nasihat baik, artinya ada sesuatu dalam hati Anda. Maka mulailah untuk menerima nasihat meski terasa pahit, bukan menolaknya atau mencari pembenaran.

Mudah-mudahan, kita semua terhindar dari orang yang tertutup baik mata hatinya maupun pikirannya. Mudah-mudahan hidup kita tidak Bagai Katak Dalam Tempurung.

Sumber : www.motivasi-islami.com/bagai-katak-dalam-tempurung-model-baru/

(C) TOP BLOG | Bagai Katak Dalam Tempurung