Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Friday, June 17, 2011

Jejak Sains Indonesia di Dunia


Tak banyak yang tahu bahwa ilmuwan-ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran bahkan penemuan-penemuan penting yang berdampak pada kemajuan dunia. Untuk mengapresiasinya, Indonesia Berprestasi bermaksud membuat ulasan singkat mengenai beberapa penemuan yang dimaksud. Ini dia:
1955
Teori 23 Kromosom
Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.
1961
Pondasi Cakar Ayam
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.
1979
Ketela Pemadam Api
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran
1983
Pesawat CN-235
Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia
1998
Kromatografi Tercepat
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.
2000
Teknik Pengeringan Sperma
Teknik pengeringan – yang disebut sebagai evaporative drying – serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.
2005
Persamaan Helmholtz
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.
2006
Pemindai 4 Dimensi
Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.
2010
Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM
Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.
Sumber: VIVANews

Friday, April 1, 2011

Hidangan Indonesia



Masakan Indonesia mencerminkan keanekaragaman masyarakat yang menghuni sekitar 6.000 pulau yang membentuk negara Indonesia. Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah terlibat dalam perdagangan dunia berkat lokasi dan sumber daya alamnya. Teknik memasak dan bahan makanan asli Indonesia berkembang dan kemudian dipengaruhi oleh seni kuliner India, Timur Tengah, China, dan akhirnya Eropa. Pulau Maluku yang termahsyur sebagai "Kepulauan Rempah-rempah", juga menyumbangkan tanaman rempah asli Indonesia kepada seni kuliner dunia. Seni kuliner kawasan bagian timur Indonesia mirip dengan seni memasak Polinesia dan Melanesia. Masakan Sumatera, sebagai contoh, seringkali menampilkan pengaruh Timur Tengah dan India, seperti penggunaan bumbu kari pada hidangan daging dan sayurannya, sementara masakan Jawa berkembang dari teknik memasak asli nusantara. Unsur budaya masakan China dapat dicermati pada beberapa masakan Indonesia seperti bakmi, bakso, dll.


Masakan Indonesia seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di beberapa negara Asia, seperti Malaysia dan Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu  dan tempe, juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi lokal dari fermentasi kedelai. Jenis lainnya dari makanan fermentasi kedelai adalah oncom, mirip dengan tempe tapi menggunakan jenis jamur yang berbeda, oncom sangat populer di Jawa Barat. Makanan Indonesia umumnya dimakan dengan menggunakan kombinasi alat makan sendok pada tangan kanan dan garpu pada tangan kiri, meskipun demikian di berbagai tempat (seperti Jawa Barat dan Sumatra Barat) juga lazim didapati makan langsung dengan tangan telanjang. Di restoran atau rumah tangga tertentu lazim menggunakan tangan untuk makan, seperti restoran seafood, restoran tradisional Sunda dan Padang, atau warung tenda Pecel lele dan Ayam Goreng khas Ja. Tempatwa Timur seperti ini biasanya juga menyajikan kobokan, semangkuk air kran dengan irisan jeruk nipis agar memberikan aroma segar. Semangkuk air ini janganlah diminum; hanya digunakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan menggunakan tangan telanjang. Menggunakan sumpit untuk makan lazim ditemui di restoran yang menyajikan masakan China yang telah teradaptasi kedalam masakan Indonesia seperti bakmie atau mie ayam dengan pangsit, mie goreng dan kwetiau goreng (mi pipih goreng, mirip char kway teow).


Berikut adalah jenis bahan masakan yang sering digunakan pada masakan Indonesia:


1. Makanan Pokok: 
Nasi adalah bahan makanan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia modern, dan pertanian padi menempati posisi utama dalam kebudayaan Indonesia; membentuk bentang alam; dijual di pasar; merupakan bahan dasar banyak jenis makanan dari yang gurih hingga manis. Pada umumnya beras dimakan dalam bentuk nasi biasa yang bercita-rasa tawar dengan sedikit sayur-mayur dan lauk-pauk teman nasi disisinya sebagai sumber protein dan sumber gizi lainnya. Bahan makanan pokok lainnya adalah jagung (di kawasan kering seperti Madura dan Nusa Tenggara), sagu (di kawasan Indonesia Timur), singkong (dikeringkan dan disebut 'tiwul' sebagai alternatif makanan pokok di kawasan gersang Jawa seperti Gunung Kidul dan Wonogiri), ketela serta umbi-umbian (khususnya pada musim paceklik).


2. Bumbu:
Terkenal di seluruh dunia sebagai "Pulau Rempah-rempah", kepulauan Maluku menyumbangkan tanaman rempah aslinya bagi seni kuliner dunia. Rempah atau bumbu seperti pala, cengkeh, laos adalah tanaman asli Indonesia; sementara lada hitam, kunyit, sereh, bawang merah, kayu manis, kemiri, ketumbar, dan asam jawa diperkenalkan oleh India sebagaimana jahe, daun bawang, dan bawang putih yang diperkenalkan dari China. Tanaman bumbu dari benua Asia itu telah dikembangkan sejak zaman dahulu kala, dan telah menjadi bagian integral seni kuliner Indonesia. Campuran rempah sebagai bumbu dasar masakan Indonesia, diantaranya kombinasi kayu manis, bunga lawang, biji ketumbar, jintan putih, lda hitam, kapulaga, dan cabai merah dengan komposisi rempah sesuai variasi regional


3. Saus Kacang:
Salah satu ciri penting dari masakan Indonesia adalah penggunaan bumbu kavang atau saus kacang yang luas dalam berbagai masakan khas Indonesia seperti sate, gado-gado, karedok, ketoprak, dan pecel. Bumbu kacang biasanya disiramkan ke atas bahan utama (daging atau sayur) untuk memberikan rasa, atau hanya sebagai saus celup "sambal kacang" (campuran cabai rawit dan kacang goreng yang digiling) untuk otak-otak atau ketan. Diperkenalkan dari Meksiko oleh pedagang Portugis dan Spanyol pada abad ke-16, kacang menempati posisi istimewa dalam seni kuliner Indonesia sebagai saus yang populer. Saus atau bumbu kacang Indonesia mewakili hal yang rumit dan membumi, daripada suatu bumbu yang kental dan manis. Kacang tumbuh subur di iklim tropis Asia Tenggara, dan kini dapat ditemui dalam bentuk digoreng, dibakar, diiris halus, ditumbuk, disiramkan di atas masakan atau menjadi saus celup. Bumbu kacang mencapai tingkat perkembangan yang canggih di Indonesia, dengan keseimbangan rasa yang halus yang diperoleh dari berbagai bahan sesuai resep masing-masing jenis bumbu kacang; kacang goreng, gula jawa, bawang putih, bawang merah, jahe, asam jawa, jeruk nipis, sereh, garam, cabai, lada, kecap manis, semuanya dihaluskan dan dicampur dengan tambahan air untuk mencapai tekstur yang tepat. Rahasia bumbu kacang yang baik adalah "tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer". Bumbu kacang Indonesia tidak terlalu manis jika dibandingkan bumbu kacang Thailand (yang merupakan adaptasi campuran). Gado-gado yang dimakan dengan bumbu kacang tersedia hampir di seluruh Indonesia dan menampilkan keseimbangan yang halus dari cita rasa manis, pedas, dan asam.


4. Santan:

Karena Indonesia terletak di kawasan beriklim tropis, maka sejak dahulu masyarakat Indonesia telah memanfaatkan berbagai kekayaan tanaman tropis seperti kelapa. Salah satu ciri khas masakan Indonesia adalah banyak memakai santan, seperti rendang, soto, sayur lodeh, opor ayam, serta minuman ringan seperti cendol dan es doger. Santan tidak hanya milik masakan Indonesia, karena santan juga dikenal dalam seni memasak India, Samoa, Thailand, Malaysia, Filipina, hingga Brasil. Meskipun demikian santan sangat sering digunakan dalam masakan Indonesia, terutama pada masakan Padang, sementara pada masakan Minahasa santan jarang digunakan dalam masakan, kecuali beberapa kue seperti klappertart.
Ada dua jenis santan dalam masakan Indonesia, santan encer dan santan kental. Perbedaan ini berdasarkan kadar air yang dikandungnya. Santan encer biasanya digunakan untuk sayur berkuah seperti lodeh dan soto, sementara santan kental digunakan untuk rendang dan aneka kue dan penganan ringan. Santan dapat diperoleh dari parutan kelapa segar di pasar atau dalam kemasan karton di pasar swalayan.
Setelah sari kelapa diperoleh dan menjadi santan, ampas parutan kelapa dapat digunakan sebagai urap, dibumbui dan dicampur sayuran. Urap mirip gado-gado, perbedaanya adalah bumbu kacang diganti menjadi bumbu parutan kelapa. Ampas kelapa juga dapat disangrai dan dibumbui menjadi serundeng. Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih gurih, sebaiknya jangan menggunakan ampas kelapa, tetapi kelapa segar yang masih mengandung sarinya. Serundeng parutan kelapa berbumbu ini dapat dicampur irisan daging atau ditaburkan begitu saja di atas soto atau ketan. Salah satu contoh penggunaan santan yang kaya adalah "Buras" dari Makassar, beras ketan dibungkus daun pisang dan dimasak dalam santan, kemudian ditaburkan kelapa parut berbumbu pedas mirip serundeng.

Berikut adalah jenis makanan dan minuman Indonesia:

1. Minuman:
Minuman paling umum dan populer di Indonesia adalah teh dan kopi. Rumah tangga Indonesia biasanya menyajikan teh manis dan kopi tubruk untuk tamu. Sejak masa kolonial Hindia Belanda, perkebunan terutama di Jawa terkenal sebagai penghasil teh, kopi, dan gula. Sejak saat itu teh dan kopi panas digemari oleh warga Indonesia. Teh hitam melati adalah jenis teh yang paling populer di Indonesia, akan tetapi karena meningkatnya kesadaran akan kesehatan, teh hijau mulai digemari. Biasanya kopi atau teh disajikan sebagai minuman panas atau hangat, akan tetapi es teh manis dingin juga digemari. Teh botol adalah minuman teh melati manis dalam kemasan botol yang digemari di Indonesia, bahkan bersaing dengan minuman ringan soda mancanegara seperti coca cola dan fanta. Kopi susu adalah versi Indonesia untuk Café au lait.
Jus buah-buahan juga sangat populer, antara lain jus jeruk, jus jambu, jus mangga, jus sirsak, dan jus alpokat yang biasanya disajikan dengan ditambah susu kental manis coklat atau putih sebagai minuman pencuci mulut. Banyak minuman populer berdasarkan es dan dapat dikategorikan sebagai minuman pencuci mulut. Es yang populer antara lain es kelapa muda, es cincau, es cendol atau es dawet, es kacang merah, es blewah, dan es rumput laut.
Minuman panas yang manis juga dapat ditemukan, seperti bajigur dan bandrek yang khususnya populer di Jawa Barat. Minuman hangat ini dibuat dari santan dan gula jawa dengan campuran rempah lainnya. Sekoteng (minuman susu hangat dengan kacang, potongan roti, dan pacar cina) dapat ditemukan di Jawa Barat dan Jakarta. Wedang jahe (minuman jahe hangat) dan wedang ronde (minuman hangat dengan bola-bola ubi) khususnya populer di Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, umat muslim Indonesia diharamkan untuk meminum alkohol. Akan tetapi sejak zaman kuno suku bangsa asli di kepulauan Nusantara telah mengenal minuman beralkohol. Berdasarkan kabar dari China, masyarakat Jawa Kuna meminum semacam arak yang disadap dari kelapa yang disebut tuak. Kini tuak bertahan dan populer di kawasan suku Batak, Sumatra Utara yang kebanyakan beragama Kristen. Kedai minum tradisional Batak yang disebut lapo tuak menyajikan tuak. Di Solo, Jawa Tengah, ciu(adaptasi lokal arak China) juga dikenal. Brem (arak beras) Bali botolan juga populer di Bali. Indonesia juga mengembangkan bir merek lokal seperti Bir bintang dan anker beer.

2. Kudapan dan Jajanan
Di berbagai kota besar lazim ditemui jajanan China seperti bakpao, bakmie, dan bakso yang dijual baik oleh pedagang kakilima di tepi jalan atau di restoran. Masakan China seringkali diadaptasi menjadi masakan Indonesia. Salah satu contoh adaptasi ialah daging babi jarang digunakan dan diganti daging sapi karena menyesuaikan dengan mayoritas warga Indonesia yang kebanyakan muslim. Salah satu makanan jajanan pinggir jalan yang populer adalah siomay dan batagor (singkatan dari Bakso Tahu Goreng), pempek, bubur ayam, bubur kacang hijau, sate, nasi dan mie goreng, taoge goreng, laksa, dan gorengan.
Jajanan pinggir jalan Indonesia juga mencakup berbagai minuman manis, seperti es cendol atau es dawet, es teler, es cincau, es doger, es campur, es potong, and es puter. Kue khas Indonesia sering disebut sebagai jajan pasar. Indonesia memiliki kekayaan berbagai macam kudapan dan kue, baik gurih maupun manis. Kue populer diantaranya risoles, pastel, lumpia, lemper, lontong, tahu isi, lapis legit, getuk, bakpia, bika ambon, lupis, lemang, kue pisang, klepon, onde-onde, nagasari, soes, dan bolu kukus.
Pedagang jajanan pinggir jalan lazim ditemukan di Indonesia, demikian juga pedagang keliling yang menggunakan gerobak, sepeda, atau pikulan. Pedagang makanan pinggir jalan atau pedagang keliling ini disebut pedagang kaki lima - (berdasarkan lajur trotoar selebar lima kaki di Indonesia, akan tetapi teori lain menyebutkan kata 'kaki lima' berdasarkan jumlah tiga kaki gerobak dengan dua kaki pedagangnya!). Kebanyakan pedagang keliling atau kakilima ini memiliki ciri khas dan alat tertentu untuk mengumumkan kehadirannya, seperti pedagang sate berteriak "teeee sateee", pedagang gorengan memukul-mukul penggorengan, pedagang bakso memukulkan mangkok atau kentongan, atau pedagang mie ayam memukul kentongan atau balok kayu.

3. Buah-buahan:
Pasar di Indonesia penuh dengan berbagai jenis buah tropis. Buah adalah bagian penting dalam pola makan Indonesia, baik dimakan langsung, dijadikan kudapan manis (seperti es buah), disajikan menjadi masakan gurih atau pedas seperti rujak, pisang goreng, diproses menjadi kripik seperti kripik nangka dan kripik pisang.
Banyak jenis buah-buahan seperti manggis, rambutan, nangka, durian, dan pisang, adalah tanamam asli Indonesia; sementara beberapa jenis buah-buahan diimpor dari negara tropis lainnya, meskipun demikian asal mula buah-buahan ini masih diperdebatkan. Pisang dan kelapa sangat penting, tidak hanya untuk masakan Indonesia, tetapi untuk berbagai keperluan seperti bahan bangunan untuk dinding atau atap, minyak, alas makan, kemasan, dan lain-lain.

Gambar-gambar masakan Indonesia

Soto







Sate







Rendang







Kari Ayam







Rujak Cingur






Pecel








Dan masih banyak lagi makanan Indonesia...
Sumber: Wikipedia Indonesia dengan sedikit perubahan

Thursday, March 31, 2011

Fungsi Logika IF, AND, & OR

Saya menggunakan rumus ini pada saat saya kelas 2 SMP dan ketika Ujian Praktik, Semoga Bermanfaat...


KETERANGAN: LT adalah Logical Tesnya
Rumus If:
1.       Bertingkat: =IF(LT<=50,”buruk”,IF(LT<=60,”kurang”,IF(LT<=70,”cukup”,IF(LT<=80,”baik”,IF(LT<=90,”sangat baik”,”istemewa”)))))
2.       Untuk Diskon: =IF(LT>200000,LT-LT*5%,LT) atau =IF(<200000,LT,LT-LT*5%)

Rumus AND, akan menghasilkan TRUE jika semua benar, tapi FALSE jika salah satu atau semua salah.
Contoh: seseorang akan diterima bila umurnya  >=19 th, tinggi >=173 dan pendidikan min. SMA (3).
Maka Rumus yang digunakan : =AND (LT>=19;LT>=173;LT>=3)
Atau rumus gabungan IF dengan AND: =IF(AND(LT>=19;LT>=173;LT>=3); “DITERIMA”;”DITOLAK”)
Rumus OR, akan menghasilkan TRUE jika samua benar atau ada yang salah dan benar, tapi menghasilkan FALSE jika semua salah.
Rumus: penggabungan OR dengan IF : =IF(OR(LT 1;LT 2;…); “TRUE”;”FALSE”)
Rumus: penggabungan IF, OR, dan AND
Pola 1: IF(AND(OR(LT 1;LT 2;…); LT 2;LT 3;…);”TRUE”;”FALSE”)
Pola 2: IF(OR(AND(LT 1;LT 2;…); LT 2;LT 3;…); “TRUE”;”FALSE”)
Contoh soal IF dengan OR:Akan diterima pd panjat tebing bila memiliki min. 3 kelompok dan pengalaman 2 kali.
Maka Rumus yang digunakan : =IF(OR(LT>=3;LT>=2); “PANJAT”;”TURUN”)
Contoh soal IF, OR, dan AND: Diterima di SMA TL dengan persyaratan nilai BIN min.8 atau MTK min. 8, rata-rata min. 7,8.
Maka Rumus yang digunakan : =IF(AND(OR(LT>=8;LT>=8);LT>=8;LT>=8);”DITERIMA”;”TIDAK”)

Karya Ilmiah Pengelolaan Limbah Air

Ini merupakan karya ilmiahku yang aku buat untuk tugas Bahasa Indonesia, semoga bermanfaat ya...



PENGELOLAAN LIMBAH AIR DI PERUMAHAN 



Oleh: Eki Adetya Nugraha IXa




SMP BHAKTI PERTIWI
Jln. Pakuniran ( (0335) 774616
PAITON – PROBOLINGGO (67291)

Air merupakan suatu karunia tuhan yang memiliki peranan penting  dalam kehidupan semua makhluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Air sangat membantu kehidupan makhluk hidup baik untuk mencuci, memasak, mandi, bahkan sebagai sarana irigasi di persawahan. ¾  dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup tanpa air 4-5 hari. Air telah digunakan oleh orang-orang di seluruh didunia dari zaman prasejarah, sejarah, dan modern seperti saat ini. Kehidupan manusia memang tidak dapat dipisahkan dari air. Sebagai salah satu komponen abiotik dari lingkungan, air memang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan makhluk hidup dan penyeimbang ekosiem di alam yang sampai saat ini diketahui keberadaannya di bumi, tidak diplanet lain  di tata surya kita. Dengan kata lain karena air, Bumi menjadi satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.

Secara teori, air merupakan persenyawaan antara satu atom oksigen (O) dengan dua atom hydrogen (H2), membentuk molekul H2O. Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi. Air terdapat dalam berbagai macam bentuk misalnya uap air, es, cair, dan salju. Air dibedakan menjadi air tawar dan asin. Air tawar dapat ditemukan di sungai, danau, dalam tanah, dll. Air tersebut lalu akan mengalir ke laut menjadi lalu menguap hingga kembali lagi ke bumi melalui siklus hidrologi yang berlangsung secara continue. Air asin merupakan air yang berada di laut atau sekitar 97% dari jumlah total air didunia. Menurut Hefni Efendi: halaman 24-25menerangkan bahwa,” Lebih dari 97% air dimuka bumi ini merupakan air laut yang tidak dapat digunakan oleh manusia secara langsung. 3% persen air yang tersisa, 2% persen di antaranya tersimpan sebagai gunung es (glacier) di kutub dan uap air, yang juga tidak dapat dimanfaatkan secara langsung. Air yang benar-benar tersedia bagi keperluan manusia hanya 0,62%, meliputi air yang terdapat di danau, sungai, dan air tanah. Jika ditinjau dari segi kualitas, air yang memadai badi konsumsi manusia hanya 0,0003% air seluruh air yang ada.”

Dan dizaman yang semakin modern seperti saat ini, air semakin diburu untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya sebagai bahan baku industry minuman dalam kemasan dan pemenuhan kebutuhan air di kota besar terutama gedung-gedung besar yang mengambil air secara besar-besaran. Tidak hanya gedung-gedung, perumahan penduduk juga mengambil banyak air dari tanah.Tentu saja hal tersebut menimbulkan dampak negative bagi kualitas lingkungan, terutama penurunan kualitas air dan penurunan permukaan air tanah. Penurunan kualitas air tersebut diakibatkan oleh ketidakmampuan air dan alam untuk untuk memulihkan diri dari kerusakan (pencemar).

Pencemaran  biasanya disebabkan oleh masuknya polutan ke badan air. Polutan dapat berupa bahan terlarut maupun gas. Masuknya polutan tersebut bisa secara alami ataupun tidak alami. Dan penuruna permukaan tanah disebabkan karena pengambilan air secara besar-besaran. Menurut Hefni Efendi: halaman 196menerangkan bahwa,” Berdasarkan cara masuknya kelingkungan, polutan dikelompokkan menjadi dua, yaitu polutan alamiah dan polutan antropogenik. Polutan alamiah adalah polutan yang memasuki suatu lingkungan (misalnya badan air) secara alami misalnya akibat letusan gunung berapi. Polutan antropogenik adalah polutan yang masuk badan air akibat aktivitas manusia, misalnya kegiatan domestic (rumah tangga), kegiatan urban (perkotaan), maupun kegiatan industry.” Menurut J. Kodoatie & Roestam Sjarief: halaman 33menerangkan bahwa,” Pengambilan air tanah secara berlebihan mengakibatkan menurunnya permukaan air tanah (land subsidence). Penurunan permukaan air tanah akan mengakibatkan pengurangan gaya angkat tanah sehingga terjadi peningkatan tegangan efektif tanah. Akibat meningkatnya tegangan efektif ini akan menyebabkan penyusutan butiran tanah sehingga terjadi penurunan tanah (Terzhagi, 1969). Jadi penurunan terjadi karena pengambilan air tanah sekaligus peningkatan tegangan efektif secara simultan.”
Di perumahan sendiri, limbah air berasal dari sisa pencucian, mandi, maupun kotoran manusia. Apabila pengelolaan air limbah tersebut tidak dilakukan dengan baik dan maksimal, akan menyebabkan dampak negative bagi lingkungan dan kesehatan. Diantara dampak negative pengelolaan limbah air rumah tangga bagi linggungan adalah timbulnya masalah seperti bau dan pemandangan yang kurang indah. Sedangkan bagi kesehatan, diantaranya timbulnya penyakit seperti tipus, disentri, kolera, dll.

Untuk mengurangi masalah pencemaran air dilingkungan dan penurunan permukaan tanah  khususnya perumahan maka perlu adanya sistm pengelolaan air di perumahan. Agar tidak mencemari dan membahayakan kesehatan lingkungan.  Menurut Robert J. Kodoatie dan Roestam Sjarief: halaman 349 menerangkan bahwa,” UU No. 7 tahun 2004 menyebutkan bahwa: Pengelolaan sumber daya air adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air.” Pengelolaan air di daerah perumahan dapat dilakukan dengan membuat sanitasi yang baik, selain itu juga dapat dilakukan dengan membuat  lubang biopori dan penyaringan air sebagai upaya pengelolaan air atau limbah air rumah tangga.

SANITASI di PERUMAHAN
          Sanitasi sangat diperlukan dalam pengelolaan air di perumahan karena fungsinya
sebagai pembuangan limbah. Pembuatan sanitasi bertujuan agar air di sekitar perumahan tidak menimbulkan gangguan kepada masyarakat di perumahan tersebut. Karena hamper semua limbah cair yang berasal dari rumah tangga dibuang langsung dan bercampur menjadi satu ke badan sungai atau laut, ditambah lagi dengan kebiasaan masyarakat terutama di pedesaan dan pedalaman yang melakukan kegiatan MCK di bantaran sungai. Akibatnya, kualitas air sungai menurun dan apabila digunakan untuk air utama untuk keperluan masyarakat harus diolah terlebih dahulu dan memerlukan biaya yang besar.

          Di Indonesia, penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga yang berkembang biak di sekitar lingkungan dengan sanitasi buruk adalah demam berdarang dengue (DBD), malaria, kaki gajah, dan chikungunya. Selain itu lingkungan dengan sanitasi buruk menyebabkan penyakit yang menyerang sistem pencernaan diantaranya kolera, disentri , dan demam tifoid dan paratifoid yang ditularkan secara mekanis oleh lalat rumah.

          Menurut Dr. Budiman Chandra: halaman 165 menerangkan tentang ciri-ciri rumah sehat, yaitu,” Memiliki sumber air bersih dan sehat serta tersedia sepanjang tahun, memiliki tempat pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah yang baik, dapat mencegah terjadi perkembangbiakan vector penyakit, seperti nyamuk, lalat, tikus, dan sebagainya, Letak perumahan jauh dari sumber pencemaran  (mis., kawasan industry) dengan jarak minimal sekitar 5 km dan memiliki daerah penyangga atau daerah hijau (green belt) dan bebas banjir.”

          Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa salah satu cirri rumah sehat adalah memiliki tempat pembuangan kotoran, sampah, dan air limbah yang baik. Dalam pengelolaan tinja, WHO lebih menganjurkan sistem Sanitary Latrines yang dibagi menjadi enam macam, yaitu Bore Hole Latrine, Dug Well Latrine, Water Seal Type of Latrine, Septic Tank, Aqua Privy, dan Chemical Closet. Sedangkan yang lebih dipilih oleh individu atau rumah tangga dan lembaga yang memiliki suplai air cukup tapi tidak memiliki hubungan dengan sistem penyaluran kotoran masyarakat di Indonesia adalah septic tank. Metode Septic Tank Double Chamber (memiliki dua ruangan) lebih baik dibandingkan dengan septic tank biasa karena air kotor tidak langsung dialirkan ke selokan tetapi masuk ke rungan dua dan mengalami proses purifikasi secara alamiah. Model ini dapat bertahan sampai 10-15 tahun serta tidak mencemari sumur yang ada disekitarnya. Sedangkan sistem pembuangan limbah cair dianjurkan dengan menggunakan tempat lain yang dipisahkan dengan pembuangan tinja. Dan keduanya berjarak minimal 10 meter dari sumur atau sumber air rumah tersebut.

 LUBANG BIOPORI
          Dikawasan pemukiman dimana permukaan resapan alami sangat terbatas, perlu diperluas dengan menambah permukaan vertical kedalam tanah caranya, dengan membuat lubang biopori. Biopori adalah pori tanah yang besar yang akan mempercepat peresapan air kedalam tanah. Bila di dalam tanah tersedia cukup bahan organic, perakaran/pertumbuhan akar tanaman dapat dengan mudah berkembang dan menembus tanah. Fauna/organism di dalam tanah pun dapat berkembag biak dan beraktifitas menembus liang di dalam tanah.

          Lubang biopori biasa dibuat di daerah yang memiliki sedikit ruang terbuka hijau yang bertujuan mengelola air hujan agar dapat masuk ke dalam tanah dan tersimpan di dalamnya. Pembuatan lubang biopori, dapat dilakukan dengan cara membuat lubang vertikal ke dalam tanah. Lubang biopori dibuat dengan diameter relative kecil untuk efisiensi penggunaan permukaan lahan yang semakin sempit. Lubang diisi sampah organic, sehingga fauna/organisme yang tinggal ditanah akan terpikat masuk kedalam tanah untuk berlindung, memakan sampah organic, dan membentuk biopori. Limpasan permukaan akan masuk kedalam lubang dan meresap ke segala arah melalui biopori sekitar lubang.

`Menurut Kamir R. Brata & Anne Nelistya: halaman 17-18 menerangkan bahwa,” Laju peresapan air dalam LRB akan meningkat seiring waktu karena bertambahnya biopori yang terbentuk, sehingga proses pelapukan sampah organic di dalam lubang dalam suasana cukup oksigen (aerobic). Air lindi/air yang keluar dari sampah (leachate) yang terbentuk segera diserap tanah menjadi perekat agregat dan pori tanah.” Dengan pemanfaatan sampah organic ke dalam LRB dikawasan pemukiman, sampah rumah tangga tidak perlu dikumpulkan ke TPS, sampah dari dapur dapat langsung dimasukkan ke LRB. Sampat tersebut dapat keanekaragaman hayati dalam tanah dan disintetis menjadi humus dan kompos.

           Lubang biopori memiliki berbagai manfaat. Menurut  Kamir R. Brata & Anne Nelistya: halaman 25 menerangkan bahwa,” Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan LRB, terutama dalam menciptakan lingkungan hidup yang nyaman dan lestari. Yaitu, memperbaiki ekosistem tanah, mempercepat peresapan air hujan, mengatasi sampah organic, dapat mencegah timbulnya genangan air dan banjir, menjauhkan dari bencana erosi dan longsor, dapat meningkatkan kesuburan tanah, dan dapat meningkatkan cadangan air bersih.”

 PENYARINGAN AIR

            Sebenarnya air dan alam memiliki kemanpuan memulihkan diri. Coba perhatikan ! Tuangkan air putih ¾ penuh kedalam sebuah gelas bening besar. Teteskan pewarna merah padanya. Tunggu beberapa saat. Warna merah akan hilang, dinetralkan oleh air. Air mampu memulihkan diri. Teteskan kembalai pewarna merah beberapa tetes. Biarkan beberapa saat. Ulangilah hal yang sama. Anda akan mendapati warna merah tetap ada dan air tidak bias jernih kembali. Ya itulah, Air telah kehilangan kemampuannya memulihkan diri.
Ketika air telah kehilangan kemampuannya untuk memulihkan diri, manusia masih memiliki harapan untuk memperoleh air yang baik. Yaitu dengan penyaringan air terhadap air bekas atau air yang tidak dapat dipergunakan menjadi air yang layak dipergunakan. Air saat ini sudah mulai menjadi bahan langka, bahkan di daerah pedesaan yang tandus dan perkampungan di kota-kota besar, mendapatkan air bersih sama seperti mendapat durian runtuh.
Dengan alat-alat yang relatif sederhana, kita bisa melakukan penyaringan air secara sederhana, namun terbukti cukup ampuh untuk sekedar mendapatkan air untuk keperluan minum sehari-hari dan kebutuhan lainnya.
Keuntungan dari pernjernih air sederhana ini adalah, kita bisa menggunakan air sawah, air payau maupun air sungai yang keruh. Namun harus diingat, ini adalah cara darurat dalam mendapatkan air bersih. Untuk keperluan air minum, Anda harus memasak dahulu air yang sudah dijernihkan ini sampai mendidih. Selain itu, bahan untuk penjernihan air harus sering diganti, karena kotoran yang mengendap akan semakin tebal dan efektivitas penjernihan air akan semakin berkurang. Menurut Onny Untung: halaman 13 menerangkan bahwa,” Sebaiknya pembersihan media penyaring tidak dilakukan terlalu sering. Tujuannya agar bakteri pengurai yang tumbuh di media bisa bertambah banyak, sehingga proses penyaringan perjalan lebih bagus. Agar meia penyaring tidak cepat ditumbuhi lumut, tutup bagian atas bak penyaring.”
Pembuatan
1. Sediakan sebuah bak atau kolam dengan kedalaman 1 meter sebagai bak penampungan.
2. Buat bak penyaringan dari drum bekas. Beri kran pada ketinggian 5 cm dari dasar bak. Isi dengan ijuk, pasir, ijuk tebal, pasir halus, arang tempurung kelapa, baru kerikil, dan batu-batu dengan garis tengah 2-3 cm (lihat Gambar)
Penggunaan
1. Air sungai atau telaga dialirkan ke dalam bak penampungan, yang sebelumnya pada pintu masuk air diberi kawat kasa untuk menyaring kotoran.
2. Setelah bak pengendapan penuh air, lubang untuk mengalirkan air dibuka ke bak penyaringan air.
3. Kemudian kran yang terletak di bawah bak dibuka, selanjutnya beberapa menit kemudian air akan ke luar. Mula-mula air agak keruh, tetapi setelah beberapa waktu berselang air akan jernih. Agar air yang keluar tetap jernih, kran harus dibuka dengan aliran yang kecil.
Pemeliharaan
1. Ijuk dicuci bersih kemudian dipanaskan di matahari sampai kering
2. Pasir halus dicuci dengan air bersih di dalam ember, diaduk sehingga kotoran dapat dikeluarkan, kemudian dijemur sampai kering.
3. Batu kerikil diperoleh dari sisa ayakan pasir halus, kemudian dicuci bersih dan dijemur sampai kering.
4. Batu yang dibersihkan sampai bersih betul dari kotoran atau tanah yang melekat, kemudian dijemur.
Setelah masyarakat tahu cara pengelolaan air yang benar dan mau melaksanakannya maka pencemaran air di perumahan penduduk pun dapat dikurangi. Sehingga apabila pengelolaan air di masyarakat baik maka air dapat member manfaat kepada masyarakat. Selain itu pemerintah khususnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) memberikan penyuluhan tentang pentingnya penelolaan air untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, sehat, dan layak dihuni.



Daftar Pustaka
Efendi, Hefni. 2003. TELAAH KUALITAS AIR. Yogyakarta: Kanisius.
Chandra, Dr. Budiman. 2005. PENGANTAR KESEHATAN LINGKUNGAN. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.
Kodoatie, Robert J.  & Roestam Sjarief. 2010. TATA RUANG AIR. Yogyakarta: Andi.
Untung, Onny. 2008. MENJERNIHKAN AIR KOTOR. Jakarta: Puspa Swara, Anggota IKAPI
R.Brata, Khamir & Anne Nelistya. 2008. LUBANG RESAPAN BIOPORI. Jakarta: Penebar Swadaya