Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, May 31, 2011

Sajak Sebatang Lisong Oleh : W.S. Rendra





Sajak Sebatang Lisong
Oleh : W.S. Rendra
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat, dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka



Matahari terbit.   Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.

Aku bertanya,   tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan, tanpa pepohonan,   tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………

Menghisap udara yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

Aku bertanya, tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
………………

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

Sajak Sebatang Lisong Oleh : W.S. Rendra





Sajak Sebatang Lisong
Oleh : W.S. Rendra
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat, dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka



Matahari terbit.   Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.

Aku bertanya,   tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan, tanpa pepohonan,   tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
…………………

Menghisap udara yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.

Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor

Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

Aku bertanya, tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
………………

Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.

Saturday, May 28, 2011

Puisi yang di film AADC ( Ada Apa Dengan Cinta )

HEI HEI.... ASALLAMUALAIKUM blogerwan/wati pernah nonton AADC kan ( ada apa dengan cinta ) yang filem indonesia yang paling laris di eranya. bahkan sampe sekarang tu film paling di cari di tepat penyewaan cd di dkt rumah kami. tau puisinya yang paling fenomenalkan. ini dia puisinya



kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi… sepi.. dan sendiri aku benci
aku ingin bingar… aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri

pecahkan saja gelasnya biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam
jaring laba laba belang di tembok keraton putih

kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari ke hutan
lalu ke pantai…


semogga jdi teringat lagi akan puisi yang terkenal karen AADC satu ini. see ya

Puisi yang di film AADC ( Ada Apa Dengan Cinta )

HEI HEI.... ASALLAMUALAIKUM blogerwan/wati pernah nonton AADC kan ( ada apa dengan cinta ) yang filem indonesia yang paling laris di eranya. bahkan sampe sekarang tu film paling di cari di tepat penyewaan cd di dkt rumah kami. tau puisinya yang paling fenomenalkan. ini dia puisinya



kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi… sepi.. dan sendiri aku benci
aku ingin bingar… aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri

pecahkan saja gelasnya biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh
ada malaikat menyulam
jaring laba laba belang di tembok keraton putih

kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera
atau aku harus lari ke hutan
lalu ke pantai…


semogga jdi teringat lagi akan puisi yang terkenal karen AADC satu ini. see ya

Friday, May 20, 2011

teman-teman,, kita mau post tentang puisi nih, kalian pastinya taukan puisi itu apa??

mungkin kita gak bakal ngejelasin  APA ITU PUISI ?? tapi kita mau ngasih tau kalian puisi yang baguuus tapi gak norak, contohnya karya nya CHAIRIL ANWAR, yang berjudul "AKU",  


 AKU


Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu



Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang



Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri



Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


Itu mungkin salah satu puisi karya beliau, yang kita sebagai generasi muda wajib menghargai nya, cause KALO BUKAN KITA, SIAPA LAGI !!! 
teman-teman,, kita mau post tentang puisi nih, kalian pastinya taukan puisi itu apa??

mungkin kita gak bakal ngejelasin  APA ITU PUISI ?? tapi kita mau ngasih tau kalian puisi yang baguuus tapi gak norak, contohnya karya nya CHAIRIL ANWAR, yang berjudul "AKU",  


 AKU


Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu



Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang



Biar peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri



Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi


Itu mungkin salah satu puisi karya beliau, yang kita sebagai generasi muda wajib menghargai nya, cause KALO BUKAN KITA, SIAPA LAGI !!!